SULUTMEDIA.COM, Manado, Sulawesi Utara – Aktivis mahasiswa Sulawesi Utara, Rhama Losoh, menghimbau seluruh mahasiswa di Provinsi Sulawesi Utara agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu politik yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.Dalam pernyataannya di Manado, Sabtu (17/1/2026)
Rhama menegaskan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan harus mampu bersikap kritis, cerdas, dan bijak dalam menyikapi dinamika politik nasional maupun daerah. Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan politik tidak dijadikan alasan untuk menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
“Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan sampai kita mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya, apalagi yang bersifat adu domba,” ujar Rhama.
Ia juga menekankan pentingnya literasi digital di kalangan mahasiswa, terutama dalam menghadapi arus informasi di media sosial yang kerap dipenuhi narasi provokatif. Menurutnya, mahasiswa perlu melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi serta mengedepankan diskusi yang sehat dan konstruktif.Rhama menambahkan bahwa nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila harus menjadi landasan utama dalam setiap sikap dan tindakan mahasiswa.
Ia mengajak seluruh organisasi kemahasiswaan di Sulawesi Utara untuk memperkuat dialog, mempererat solidaritas, serta menghindari polarisasi yang dapat merusak tatanan sosial.“Perbedaan adalah hal yang wajar dalam demokrasi.
Namun persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.Di akhir pernyataannya, Rhama mengajak mahasiswa Sulawesi Utara untuk tetap fokus pada peran akademik dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, serta bersama-sama menjaga stabilitas dan kedamaian di tengah dinamika politik yang terus berkembang.
Tim Redaksi***







Komentar