SULUTMEDIA.COM, Manado-Era baru pendidikan di Bumi Nyiur Melambai resmi dimulai. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, mengambil langkah berani untuk membersihkan ruang kelas dari gangguan digital.
Melalui kebijakan terbaru, hiruk-pikuk notifikasi ponsel kini dilarang keras mengganggu konsentrasi belajar siswa.
Langkah tegas ini tertuang dalam Instruksi Gubernur Sulawesi Utara Nomor 100.3.4/26.562/SEKR-DPPPAD yang ditandatangani pada Minggu (15/3/2026). Kebijakan ini menjadi sinyal kuat dari sang Jenderal purnawirawan bahwa disiplin adalah kunci utama dalam mencetak generasi emas di Sulawesi Utara.
”Kita ingin mengembalikan ruh pendidikan ke tempat yang seharusnya. Ruang kelas harus menjadi zona suci untuk interaksi bermakna antara guru dan murid, bukan tempat asyik dengan gawai masing-masing,” tegas narasi dalam kebijakan tersebut.
Aturan Main: Titip Sebelum Masuk
Instruksi ini mengatur mekanisme penggunaan gawai secara ketat bagi seluruh siswa di berbagai jenjang pendidikan:
Wajib Titip: Sebelum bel masuk berbunyi, seluruh ponsel siswa wajib dikumpulkan di tempat khusus yang disediakan sekolah.
Tanpa Aktivasi: Ponsel tidak boleh diaktifkan selama proses belajar mengajar (PBM) berlangsung.
Pengecualian Medis & Edukasi: Penggunaan hanya diizinkan jika instruksi guru untuk keperluan belajar atau dalam keadaan darurat medis.
Izin Guru: Di luar jam pelajaran, penggunaan tetap harus di bawah pengawasan dan sepengetahuan pihak sekolah.
Perang Melawan Konten Negatif
Bukan sekadar membatasi fisik perangkat, Gubernur Yulius juga menekankan pengawasan ketat terhadap polusi digital. Sekolah diinstruksikan untuk proaktif mencegah siswa terpapar konten negatif seperti:
Judi Online dan Pornografi.
Aksi Perundungan (Cyber Bullying).
Penyebaran Hoaks dan Konten Kekerasan.
Langkah ini merujuk pada UU Perlindungan Anak dan UU Sistem Pendidikan Nasional, guna memastikan sekolah menjadi ekosistem yang sehat secara mental dan intelektual.
Harapan Masa Depan:
Dengan diberlakukannya aturan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap kualitas lulusan sekolah semakin meningkat. Tanpa gangguan layar ponsel, siswa diharapkan lebih fokus, interaktif, dan memiliki budi pekerti yang lebih baik.
”Ini adalah investasi jangka panjang. Kita sedang membangun mentalitas pemenang bagi anak-anak Sulut,” tutup poin utama kebijakan tersebut.
Donald Audy//Redaksi







Komentar