SULUTMEDIA.COM, Manado – Nama dr. Michaela Elsiana Paruntu, MARS atau biasa di sapa MEP semakin santer dijagokan menjadi Ketua DPD I Partai Golkar (PG) Sulawesi Utara (Sulut), jelang Musyawarah Daerah (Musda) PG Sulut.
Sejumlah dukungan terlihat mengarah ke sosok MEP sehingga membuat dirinya semakin kuatnya peluang akan menjadi Pemimpin PG Sulut berikut.
Pengamat Politik & Pemerintahan Sulut, Taufik M Tumbelaka memberikan pandangan tentang kenapa sosok MEP menguat.
“Semua partai politik di Sulut selalu mengalami dinamika internal yang menyebabkan terjadinya beberapa faksi di internal mereka. Dan itu wajar-wajar saja dikarenakan bagian dari demokrasi dalam bentuk dinamika. Dan biasanya akan muncul satu sosok yang dianggap memiliki resitensi paling minim atau paling bisa diterima sebagai titik temu kepentingan antar faksi”, terang Taufik M Tumbelaka yang merupakan jebolan Fisipol UGM Yogyakarta
Terkait dinamika PG Sulut untuk menentukan siapa yang akan jadi Ketua. Taufik Tumbelaka memberi pandangan yang menarik dari sisi peta politik.
“Saat ini PG Sulut memiliki banyak kader mumpuni, namun terkait dinamika internal di PG Sulut saat ini ada satu sosok yang dianggap titik tengah dari dinamika antar faksi, yaitu Christiany E Paruntu atau CEP. Sosok CEP di PG Sulut mirip sosok Olly Dondokambey di PDI Perjuangan Sulut. Menjadi titik temu kompromi dari semua faksi dikarerakan beberapa kelebihannya yang tidak dimiliki sosok lain”, beber TaufikTumbelaka
Lebih lanjut Tumbelaka menjelaskan.
“Biasanya ketika perbedaan antar faksi mencuat maka akan terjadi fenomena siapa titik tengahnya yang dianggap dapat diterima. Akan dilihat figur yang sekarang menjadi titik temu kompromi akan memiliki keidentikan dengan siapa. Untuk PG Sulut saat ini nampaknya MEP”, jelas Tumbelaka yang dikenal Pengamat Politik senior di Sulut
Terkait kelebihan dari sosok MEP yang membuatnya unggul. Taufik Tumbelaka menjelaskan lebih jauh.
“Sosok MEP selain dianggap paling dekat dari sisi keidentikan sosial dan politik dengan Christiany E Paruntu juga dari sisi jabatan memegang jabatan strategis sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut. Selain itu dari sisi elektoral juga memiliki basis massa yang jelas. Dari sisi histori kader PG, MEP dianggap bukan kader dadakan dikarenakan dia dapat dikatakan adalah kader hasil tempaan internal PG.
Jadi bukan kader dadakan atau kader kutu loncat. Ini penting karena kedepan juga diperlukan pemimpin yang jelas rekam jejak ‘ideologi’ parpolnya”, pungkas Taufik M Tumbelaka
Donald Audy






Komentar