SULUTMEDIA.COM, MANADO – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Royke R. Anter, kembali turun ke lapangan untuk menjalankan tugas konstitusionalnya. Bertempat di Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, politisi kawakan ini menggelar agenda Reses guna menyerap langsung keluhan dan harapan masyarakat, pada Selasa 31/3-2026.
Kehadiran pimpinan DPRD Sulut ini disambut hangat oleh warga.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Lurah Ternate Tanjung, Ibu Rini Moki, bersama jajaran kepala lingkungan, perangkat kelurahan, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Menjalankan Amanat Undang-Undang
Dalam sambutannya, Royke Anter menegaskan bahwa reses bukanlah sekadar pertemuan seremonial, melainkan kewajiban yang diatur oleh undang-undang untuk memastikan suara rakyat sampai ke meja pemerintahan.
”Reses dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Ini adalah tugas dan tanggung jawab kami untuk turun ke Dapil, menjemput aspirasi, bahkan masukan-masukan kritis dari masyarakat agar pembangunan tepat sasaran,” ujar Royke.
Poin Utama Aspirasi Masyarakat
Selama sesi tanya jawab, warga Ternate Tanjung menyampaikan berbagai persoalan mendesak yang mereka hadapi sehari-hari. Beberapa poin krusial yang mencuat antara lain:
Bantuan Bencana: Evaluasi dan transparansi terkait penyaluran bantuan pasca bencana banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Layanan Kesehatan: Kendala dalam penerimaan dan aktivasi kartu BPJS Kesehatan.
Legalitas Lahan: Permohonan bantuan dan fasilitasi dari pemerintah untuk pengurusan serta penerbitan sertifikat tanah warga.
Komitmen Pengawalan Aspirasi
Menanggapi rentetan keluhan tersebut, Royke Anter berjanji tidak akan tinggal diam. Ia menyatakan akan memilah aspirasi tersebut sesuai dengan kewenangan instansi terkait untuk segera ditindaklanjuti.
“Semua masukan ini kami catat. Saya akan mengawal aspirasi ini dan meneruskannya ke pihak eksekutif, baik itu di tingkat Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi, bahkan ke Pemerintah Pusat jika memang itu kewenangan mereka,” tegasnya menutup kegiatan.
Donald Audy/editor







Komentar