SULUTMEDIA.COM, Manado – Dalam wawancara eksklusif, Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Utara memberikan penjelasan mendalam terkait langkah konkret Gubernur Sulawesi Yulius Selvanus, mengatasi lonjakan harga cabai yang belakangan ini menyentuh angka Rp200.000 per kilogram, sejumlah pasar di Sulawesi Utara.

Kenaikan harga yang cukup tajam ini memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat, mengingat cabai merupakan bumbu pokok yang tak terpisahkan dari dapur warga Sulut. Menanggapi situasi tersebut, Kadis Pangan Rahel Ruth Rotinsulu, S.STP., M.Si. Menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan YSK-Viktor tidak tinggal diam.
Pemerintah pun sangat menyadari beban yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat saat ini. Harga cabai yang mencapai Rp200.000 per kilogram tentu bukan angka yang ringan. Sebagai solusi cepat dan tepat, kami telah menjalin kerja sama pengiriman pasokan cabai dari Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah — salah satu sentra produksi cabai terbesar dan berkualitas di Indonesia,” ungkap Kadis Pangan dalam sesi wawancara tersebut.
Pasokan dari Purbalingga dijadwalkan tiba dalam waktu dekat untuk pesanan selanjutnya dan akan didistribusikan secara merata ke pasar-pasar utama di seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara. Langkah ini diharapkan mampu mengisi kekosongan pasokan sekaligus menekan harga secara bertahap ke tingkat yang wajar dan terjangkau kembali.
“Ketersediaan pangan adalah urusan paling mendasar. Pasokan dari Purbalingga bukan sekadar solusi sesaat, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan menjaga kestabilan pangan lintas wilayah, agar warga tetap bisa menyiapkan hidangan keluarga tanpa terbebani harga yang tidak masuk akal,” tegasnya.
Pihak Dinas Pangan juga terus memantau pergerakan harga secara langsung di pasar-pasar tradisional maupun modern, serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebih. Dengan adanya pasokan tambahan ini, diprediksi harga cabai akan turun signifikan dalam beberapa hari ke depan.
Kehadiran pasokan ini sekaligus membuktikan komitmen nyata Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara: mendengar keluh kesah rakyat, bertindak cepat, dan memastikan pangan pokok tetap tersedia, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh warga Tanah Nyiur Melambai. Pungkasnya.
Donald Audy







Komentar