SULUTMEDIA.COM, Manado, Sulawesi Utara – Aktivis mahasiswa Sulawesi Utara, Rhama Losoh, menghimbau kepada seluruh mahasiswa di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) agar tidak mudah terpengaruh oleh berita hoax yang beredar, khususnya di media sosial dan platform digital lainnya.
Dalam keterangannya di Manado, Sabtu (17/1/2026), Rhama menegaskan bahwa mahasiswa sebagai kaum intelektual muda memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh dalam menyaring dan memverifikasi setiap informasi yang diterima sebelum membagikannya kepada publik.
“Mahasiswa harus menjadi pelopor dalam melawan penyebaran hoax. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Pastikan selalu melakukan cross-check sebelum menyebarkan berita,” ujar Rhama.
Ia menjelaskan bahwa maraknya berita palsu dapat memicu keresahan sosial, memecah belah persatuan, bahkan menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Oleh karena itu, literasi digital dan kemampuan berpikir kritis menjadi hal yang sangat penting untuk terus ditingkatkan di lingkungan kampus.
Rhama juga mengajak organisasi kemahasiswaan di Sulut untuk aktif mengedukasi anggotanya mengenai pentingnya etika bermedia sosial serta bahaya disinformasi. Menurutnya, diskusi, seminar, dan forum literasi digital perlu digencarkan guna membangun budaya akademik yang sehat dan bertanggung jawab.
“Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa harus mampu menjaga ruang digital tetap kondusif dan produktif. Mari kita bersama-sama menjadi bagian dari solusi, bukan justru memperkeruh keadaan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Rhama berharap seluruh mahasiswa di Sulawesi Utara dapat terus menjaga solidaritas, memperkuat persatuan, dan berkontribusi positif bagi masyarakat dengan menyebarkan informasi yang benar, akurat, dan bermanfaat.
Tim Redaksi***
.













Komentar