​SULUTMEDIA.COM, MANADO – Suasana ruang rapat serbaguna DPRD Sulawesi Utara memanas pada Senin (20/4/2026). Sekretaris Panitia Khusus (Pansus), Reamly Kandoli, memimpin jalannya pembahasan Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2025 dengan tensi tinggi namun terukur.​

Sebagai legislator yang dikenal vokal, Kandoli menunjukkan tajinya dalam mengawal setiap rupiah anggaran dan capaian kinerja Pemerintah Provinsi. Anggota Fraksi PDI-P ini bertindak agresif dalam mencecar sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait sinkronisasi data dan realisasi di lapangan.​
Fokus pada Infrastruktur dan Aspirasi Minsel-Mitra​Dalam rapat tersebut, Kandoli secara spesifik menyoroti kondisi infrastruktur dan serapan anggaran yang dianggap belum maksimal di beberapa titik. Mewakili daerah pemilihan (Dapil) Minsel-Mitra, ia menegaskan bahwa LKPJ bukan sekadar formalitas angka, melainkan cerminan kesejahteraan rakyat.​”
Kami di Pansus ingin memastikan bahwa apa yang tertulis di laporan sesuai dengan realita yang dirasakan masyarakat. Setiap pokok pikiran (Pokir) dan aspirasi warga Minsel-Mitra harus terkawal tuntas,” tegas Kandoli di sela-sela memimpin rapat.​
Agresivitas dalam Pengawasan​ Pantauan di lokasi, Kandoli tampak proaktif mengarahkan jalannya tanya jawab. Beberapa kali ia menginstruksikan para Kepala Dinas untuk memberikan jawaban yang konkret dan tidak normatif atas pertanyaan-pertanyaan kritis yang dilontarkan anggota Pansus lainnya.​
Hadir dalam pembahasan tersebut, Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Denny Mangala, bersama jajaran pimpinan perangkat daerah seperti:​Kepala Dinas PU-PR​Kepala Dinas Lingkungan Hidup​Kepala Bappeda​Apresiasi di Tengah Catatan Kritis​Meski tampil “galak” dalam pengawasan, Reamly Kandoli tetap memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas atensi pembangunan yang telah diberikan untuk wilayah Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara selama tahun 2025.​”
Kami berterima kasih atas perhatian Pemprov terhadap Dapil kami. Namun, evaluasi ini tetap harus dilakukan secara ketat agar kinerja di tahun mendatang bisa lebih optimal dan menyentuh kepentingan masyarakat luas,” tutup sosok yang dikenal sebagai petarung aspirasi ini.
Donald Audy













Komentar