SULUTMEDIA.COM.Manado-DPRD Sulut menggelar “Rapat Pembahasan Raperda Tentang Perubahan atas Perda No. 1 tahun 2024 tentang pajak daerah dan Retribusi Daerah bersama perangkat Daerah terkait” Senin 10/12-2025 di ruang serbaguna kantor DPRD Sulut.

Rapat pembahasan Pansus ini di pimpin oleh Ketua Vonny Paat di dampingi Wakil ketua Pansus Louis Schramm, dan anggota Pansus lainnya, guna membahas Raperda tersebut bersama SKPD terkait. Badan Pendapatan Daerah, serta direktur-direktur Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Direktur Rumah Sakit Mata Provinsi dr. Linda Agnes Matali, M.Kes, menyampaikan usulan terkait retribusi , sebelumnya kami memohon maaf belum menyampaikan usulan terkendala dengan RS pengampuk kami yaitu Rumah sakit mata cicendo Bandung.
Kami sudah meminta tarif dasar , jadi kami belum mendapatkan angka sebagai dasar untuk mengajukan tarif, dan kami akan berusaha menghubungi kembali untuk mendapatkan dasar, dan rencana kami untuk peresmian klinik mata oleh bapak Gubernur Sulawesi Utara pada tanggal 19 September 2025 yang lalu ujar Direktur R.S Mata Agnes Matali.
Sebagaimana di ketahui bahwa klinik eksekutif ini melayani pasien umum bukan BPJS, fokus kami kepada pasien yang berobat di luar dari Sulawesi Utara, dan kami bukan menarik pasien BPJS masuk ke pasien umum akan tetapi pasien dari luar bisa dilayani agar PAD masuk ke kita, tutur dr. Linda Matali.
Ada sekitar 8-10 penambahan sebenarnya itu bukan layanan yang baru sebenarnya alatnya sudah ada di R.S Mata, juga mendapat kendala ada pemeriksaan-pemeriksaan tertentu yang tidak perlu masuk dalam pemeriksaan tetapi masuk dalam paket, begitu juga alat yang di perlukan tidak masuk dalam paket tersebut
Jadi dalammengusulkan tarif pemeriksaan alat diagnostik di sini pasien memilih apakah memakai paket atau kami memberikan diagnostik saja,
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut Louis Carl Schramm S.H M.H menanggapi hal tersebut yang merupakan juga mitra kerja di komisi IV, Rumah Sakit Mata, mengatakan bahwa kita butuh secara tertulis dan yang kedua kami butuh kepastian, tegas Schramm.
Louis mengingatkan kalau bisa sekarang di follow up lagi dan kalau memang harus berangkat ke bandung supaya jangan tertunda-tunda, dan kami akan mempercepat Perda Ranperda ini pungkasnya.
Donald Audy







Komentar