SULUTMEDIA.COMMANADO-Panitia Khusus (Pansus) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DPRD Sulawesi Utara (Sulut) terus mematangkan langkah strategis dalam menghadirkan payung hukum yang responsif dan berkeadilan bagi masyarakat.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung khidmat di Lantai 3 Gedung Serbaguna DPRD Sulut, substansi penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta optimalisasi peran pemerintah daerah menjadi sorotan utama.
​Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua Pansus PPA DPRD Sulut, Pricillia Rondo, dengan didampingi oleh jajaran anggota legislatif, di antaranya Vionita Kuera dan Hilary Tuwo.
​Dalam forum tersebut, Anggota DPRD Sulut Jein Laluyan menyampaikan pandangan kritis mendalam terkait teknis operasional perlindungan perempuan dan anak di wilayah Sulawesi Utara.
Jeane menegaskan pentingnya kejelasan nomenklatur dan pembagian peran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam draf rancangan peraturan daerah yang sedang dibahas.
​”Kami meminta agar dalam rancangan peraturan ini dicantumkan secara lebih rinci dan spesifik mengenai dinas terkait yang bertanggung jawab. Hal ini penting agar pelaksanaan di lapangan dapat berjalan optimal dan tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan,” tegas Jein Laluyan di hadapan peserta rapat.
​Tak hanya itu, Jein Laluyan juga memberikan penekanan khusus pada pengawasan serta integrasi kinerja Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPA.
Beliau menyoroti bahwa dinas pengampu wajib melakukan pengawasan berkala dan evaluasi langsung terhadap kondisi UPTD di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
​Menurutnya, integrasi alur pelaporan dan koordinasi antar-UPTD merupakan kunci utama dalam merespons cepat berbagai kasus kekerasan serta ancaman tindak pidana perdagangan orang yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan dan anak.
​Langkah responsif Pansus PPA DPRD Sulut ini diharapkan mampu melahirkan peraturan daerah yang imperatif, terintegrasi, dan menjadi benteng perlindungan yang kokoh bagi seluruh perempuan dan anak di Sulawesi Utara. Pungkas Jeane.
Donald Audy







Komentar