SULUTMEDIA.COM, Manado – Gaduh tentang pemadaman bergilir dan upaya pemulihan listrik di pulau Bunaken nampaknya bermunculan dalam 2 – 3 hari ini di tidak sedikit media massa. Taufik M Tumbelaka yang mengikuti dari cukup awal memberi pandangan menarik.
“Saya melihat peran aktif anggota Komisi VI DPR RI Christiany E Paruntu (CEP – red) guna mengatasi masalah listrik di pulau Bunaken sangat jelas bagi saya sehingga menjadi perhatian dari PLN Pusat. Setahu saya pada 31 Juli 2026, pagi, wartawan Donald Rewah yang bersama saya di pulau Bunaken untuk hadiri acara pembukaan Pesta Rakyat Bunaken yang digawangi mahasiswa program KKN Universitas Gadjah Mada, UGM Jogja.
Donald merespon ‘kode’ ringan dari saya pagi itu untuk melapor ke Ibu CEP adanya listrik padam sehingga mengganggu acara pembukaan Pesta Rakyat Bunaken dan direspon cepat melalui via WhatsApp Ibu CEP, dengan memberitahu ke pimpinan PLN Pusat’, tak lama kemudian petugas PLN langsung datang menyampaikan bahwa listrik sudah nyala ujar Taufik M Tumbelaka yang saat itu datang di Bunaken selaku Dewan Penasehat Keluarga Alumni UGM (KAGAMA) Sulut dan Manado
Lebih lanjut Taufik Tumbelaka menjelaskan.
“Sorenya saya memberi info lanjutan ke Ibu CEP via chat japri WA dan memberi tahu pula saya akan menginap guna mencari tahu lebih jauh tentang situasi kondisi pemadaman listrik bergilir di pulau Bunaken. Dan berjanji akan memberi laporan lebih lengkap kepada Ibu CEP”, terang Tumbelaka.
Taufik Tumbelaka beberapa hari setelahnya memberi laporan berisi catatan khusus plus masukan ke Christiany E Paruntu
“Ya, betul saya memberi laporan lebih dalam ke Ibu CEP setelah merangkum info-info dari berbagai unsur masyarakat. Dan setahu saya Ibu CEP meneruskan ke Pimpinan PLN”, beber Taufik Tumbelaka yang dikenal juga sebagai Pengamat Politik & Pemerintahan Sulut, jebolan Fisipol UGM Yogyakarta.
Taufik Tumbelaka selama rentang 15 – 16 hari terus menerus memberi semacam up date informasi kepada Ibu CEP terkait keluhan listrik padam bergiliran. Dengan puncak padam listri pada 16 Agustus 2026 selama +/- 12 jam
“Ada info masuk ke saya berisi keluhan listrik padam hampir tiap hari dari 5 – 6 warga pulau Bunaken yang selalu berkomunikasi dengan saya. Puncaknya 16 Agustus 2026 siang sekitar jam 12.37 WITA masuk info listrik padam sekitar 12 jam dan kemudian masuk info berikutnya baru menyala sekitar 21.00 WITA. Berangkat dari itu pagi-pagi sekali tanggal 17 Agustus 2026 saya dengan wartawan Febri menuju pulau Bunaken”, terang Taufik Tumbelaka
Peran Anggota Komisi VI DPR RI Christiany E Paruntu bagi Taufik M Tumbelaka sangat jelas
“Bagi saya peran Ibu CEP selaku anggota Komisi VI DPR RI yang PLN adalah ‘mitra kerjanya’ sangat jelas. Cepat respon dan taktis tanpa gembar-gembor. Saya tahu itu karena saya mengikuti dari awal langkahnya termasuk pada saat ke Manado belum lama ini. Setelah kembali ke Jakarta-pun Ibu CEP tetap merespon info-info keluhan warga pulau Bunaken terkait pemadaman listrik.” Tutur Taufik Tumbelaka
Peran aktif Ibu CEP diketahui oleh Tim KKN UGM Seri Bunaken yang telah pulang ke Jogja paaca 50 hari pengabdian di Bunaken dan Alung Banua. Ibu CEP bahkan pada 13 Agustus 2026 diberikan surat khusus dari Tim KKN UGM Seri Bunaken dengan logo kop surat UGM dan Tim Seri Bunaken.”Surat terimakasih”yang mana berisi dukungan agar Ibu CEP selaku anggota Komisi VI DPR-RI terus berupaya membantu masalah listrik di pulau Bunaken melalui kemitraan dengan PLN. Terakhir pagi tadi beliau merespon progres kekinian kondisi kelistrikan di pulau Bunaken Manado”, ungkap Taufik M Tumbelaka yang juga putra bungsu Gubernur Pertama Sulut FJ ‘Broer’ Tumbelaka
“Jadi sangat jelas upaya Ibu CEP terkait pemulihan kelistrikan di pulau Bunaken. terkait hal itu banyak pihak tidak tahu” pungkas Taufik M Tumbelaka salah satu alumnus Fisipol UGM Jogja angkatan tahun 1986.
Donald Audy (Redaksi)







Komentar