SULUTMEDIA.COM, Pemprov–Rasa haru dan kebanggaan meluap-luap menyelimuti Graha Gubernuran Sulawesi Utara, saat rombongan kontingen “Nyiur Melambai” tiba di Manado, Kamis (2/7/2026). Mereka baru saja mencatatkan sejarah gemilang sebagai Juara Umum Pesparawi Nasional XIV yang berlangsung di Manokwari, Papua.
Kepulangan para juara disambut langsung oleh Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE didampingi Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, beserta jajaran pejabat daerah dan ribuan warga yang telah menunggu sejak pagi.
Saat Piala Presiden diangkat setinggi kepala di halaman gubernuran, sorak sorai dan tepuk tangan panjang menggema, disertai pelukan hangat dan air mata bahagia—sebuah penutup indah bagi perjalanan panjang latihan keras, seleksi ketat, dan pengorbanan yang telah dilalui para peserta, pelatih, maupun ofisial.
Tak sekadar menyabet gelar Juara Umum dan membawa pulang Piala Presiden, kontingen Sulut juga meraih predikat bergengsi Grand Champion kategori Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) yang berhak atas Piala Menteri Agama. Secara keseluruhan, Sulut mendominasi kompetisi dengan empat gelar champion (PSDC, Paduan Suara Pria, Paduan Suara Wanita, dan Musik Gerejawi Nusantara), ditambah lima medali emas serta tiga medali perak.
Gubernur Yulius Selvanus menyambut capaian ini dengan rasa syukur yang mendalam. “Kemenangan ini adalah buah dari pembinaan berkelanjutan yang tidak hanya mengasah kemampuan musikal, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, semangat melayani, dan keteguhan iman. Prestasi ini bukan hanya milik para penyanyi, pelatih, atau ofisial—ini adalah kemenangan seluruh masyarakat Sulawesi Utara,” tegasnya. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pembinaan seni dan budaya gerejawi di daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Victor Mailangkay menambahkan bahwa keberhasilan ini mempertegas identitas Sulut. “Kita tidak hanya kaya akan sumber daya alam dan budaya, tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat nasional. Semua ini lahir dari kebersamaan dan semangat pelayanan yang kita bangun bersama,” ujarnya.
Capaian gemilang di Manokwari semakin mengukuhkan Sulawesi Utara sebagai barometer paduan suara gerejawi di Indonesia. Tradisi bermusik yang hidup di tengah masyarakat, didukung program pembinaan yang konsisten, telah melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga berbobot karakter.
Bagi banyak pihak, Pesparawi Nasional XIV bukan sekadar ajang kompetisi. Ia menjadi bukti nyata bahwa investasi pada seni, spiritualitas, dan pembentukan karakter memberikan hasil yang jauh melampaui piala—terwujud dalam kebanggaan kolektif, penguatan identitas budaya, dan inspirasi besar bagi generasi muda.
Kini, Piala Presiden dan Piala Menteri Agama telah bertengger di Bumi Nyiur Melambai. Sulawesi Utara pun semakin menegaskan dirinya sebagai rumah harmoni dan lumbung talenta seni gerejawi nasional—sebuah bukti bahwa pujian yang tulus dapat diwujudkan menjadi prestasi yang mengharumkan nama daerah dan bangsa.
Donald Audy









Komentar