SULUTMEDIA, Manado – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Stela Marliana Runtuwene, mendesak agar kasus kematian calon dokter spesialis Anestesiologi di Manado, dr. Adrian Rantung, diusut tuntas tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Pernyataan tegas itu disampaikan politikus Partai NasDem tersebut di ruang kerjanya, Senin (13/7/2026). Menindaklanjuti desakan itu, Komisi IV DPRD Sulut yang dikoordinir Stela langsung bergerak cepat dengan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa besok.
“Besok Komisi IV DPRD Sulut akan menggelar Rapat Dengar Pendapat terkait kematian Dokter Spesialis asal Daerah Nyiur Melambai,” ujar Stela.
Menurutnya, ada sejumlah kejanggalan dalam kasus yang menimpa peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ini yang harus diklarifikasi secara terbuka. Apalagi, insiden serupa bukan kali pertama terjadi di dunia pendidikan kedokteran.
“Komisi IV akan menggali sampai kenapa ada korban. Dulu juga pernah terjadi hal yang sama. Ada yang janggal, sehingga kami mengundang pihak terkait untuk hadir RDP,” tegas Stela.
Stela menyayangkan hilangnya nyawa seorang calon dokter yang sedang berjuang mewujudkan cita-cita. Padahal, keberadaan dokter spesialis di Sulawesi Utara saat ini sangat dibutuhkan masyarakat.
“Sulawesi Utara harus bangga memiliki calon dokter spesialis. Tapi baru berjuang untuk menuju capaian cita-citanya sudah kehilangan nyawa,” ucapnya dengan nada prihatin.
Ia berharap RDP besok menjadi forum yang jujur dan transparan. “Inilah kenapa diadakan RDP. Kenapa calon dokter spesialis ini meninggal, besok publik akan mendengarkan jawabannya,” pungkasnya.
*Pihak yang Dipanggil*
Dalam RDP tersebut, Komisi IV DPRD Sulut telah menjadwalkan pemanggilan terhadap Rektor Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Direktur RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, serta pihak pengelola Program Pendidikan Dokter Spesialis untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban.
Komisi IV berkomitmen membongkar akar persoalan agar tragedi memilukan seperti ini tidak kembali terulang.
Donald Audy **







Komentar