SULUTMEDIA.COM, Manado,–Suasana depan Gedung Cengkeh DPRD Sulawesi Utara mendadak hening saat legislator muda PSI, Hillary Tuwo, berdiri di tengah kepungan ratusan mahasiswa. 5/5-2026
Di tengah memanasnya aksi Aliansi Mahasiswa Sulut terkait isu Hardiknas 2026, Hillary menjadi satu-satunya legislator perempuan yang berani turun langsung menemui demonstran. Ia hadir tanpa jarak, membuka ruang dialog di tengah tensi aksi yang dinamis.
Apresiasi mengalir ketika Hillary, didampingi legislator Raski Mokodompit dan Piere Makisanti, tidak hanya mendengar. Politisi dapil Minut-Bitung ini membacakan langsung poin-poin tuntutan mahasiswa, mulai dari transparansi program MBG hingga penghentian represi di kampus.
Hillary tampak nyaman berdialog dengan massa yang menyuarakan keadilan bagi guru honorer dan perlindungan korban kekerasan seksual di lingkungan akademik. Gaya kepemimpinan inklusif ini konsisten dengan rekam jejaknya sejak dilantik, di mana ia rutin menyampaikan laporan kinerja bulanan kepada konstituen.
“Tugas kami adalah mendengarkan dan memperjuangkan, bukan menghindar,” kata Hillary kepada media.
Raski Mokodompit mengonfirmasi aspirasi yang diterima akan segera ditindaklanjuti. Poin yang menjadi kewenangan daerah akan diteruskan melalui Rapat Dengar Pendapat oleh Alat Kelengkapan Dewan dalam waktu dekat.
Aksi yang berlangsung hingga larut malam itu berakhir kondusif, meninggalkan kesan kuat atas keberanian Hillary menjembatani suara jalanan ke meja kekuasaan.
Donald Audy //*







Komentar