oleh

Antrian SOLAR di SPBU Sulut, LP2KP Desak Aparat Segera Tindak Penimbun Solar!! Ini Tanggapan Arthur Timbuleng

SULUTMEDIA.COM,Manado— Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Provinsi Sulawesi Utara menyoroti serius antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU akibat sulitnya mendapatkan BBM jenis Solar.

Ketua LP2KP Sulawesi Utara, Arthur Timbuleng, menegaskan bahwa kondisi ini harus segera mendapat perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum.
“Masyarakat jangan terus menjadi korban antrean Solar. Jika ada oknum yang melakukan penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi, aparat penegak hukum harus segera bertindak tanpa pandang bulu. Siapapun pelakunya, jika terbukti melanggar hukum, harus diproses sesuai ketentuan,” tegas Arthur. 16/9-2026

Arthur mengungkapkan, LP2KP telah memiliki data dan informasi terkait dugaan oknum-oknum yang melakukan penimbunan BBM jenis Solar dan siap menyerahkannya kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Sementara itu, Sekretaris LP2KP Sulawesi Utara Imanuel A. Dariwu, S.H. menegaskan bahwa LP2KP akan meningkatkan pengawasan langsung di lapangan.
“Kami akan melakukan pengawasan di setiap SPBU di Sulawesi Utara. Data dan informasi yang kami miliki akan kami verifikasi dan apabila terdapat dugaan pelanggaran, akan kami laporkan kepada pihak berwenang. Kami berharap kepolisian segera menindaklanjuti setiap laporan LP2KP secara serius dan profesional,” ujar Antho sapaan akrap Sekretaris LP2KP Sulawesi Utara .

LP2KP menegaskan bahwa distribusi Solar bersubsidi harus tepat sasaran dan tidak boleh menjadi ruang bagi pihak tertentu untuk mengambil keuntungan dengan merugikan masyarakat.

“LP2KP akan terus mengawasi dan mengawal persoalan ini. Jangan sampai masyarakat mengantre panjang, sementara ada oknum yang justru menikmati keuntungan dari kelangkaan Solar,” tegas Arthur Timbuleng, Ketua LP2KP Sulawesi Utara.

Donald Audy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *