SULUTMEDIA.COM, Manado — Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Komaling, SE, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan mendalam atas pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Sidang Paripurna Bersama DPR RI dan MPR RI. Secara khusus, Gubernur Yulius menyoroti penggaungan semangat dan nilai Budaya Mapalus — budaya gotong royong sejati masyarakat Minahasa dan Sulawesi Utara — yang diangkat langsung ke panggung kenegaraan tingkat tertinggi nasional.

Bagi Gubernur Yulius, pemanggilan kembali kearifan lokal Sulawesi Utara dalam forum kenegaraan negara bukan sekadar penghormatan, melainkan kehormatan besar sekaligus suntikan energi moral yang luar biasa bagi seluruh masyarakat di Tanah Nyiur Melambai.
“Kami merasa sangat bangga dan terhormat. Nilai-nilai luhur kearifan lokal Sulawesi Utara — khususnya semangat Mapalus yang menjunjung tinggi prinsip saling membantu, bekerja sama, dan berbagi beban — kini diakui, dihargai, dan dijadikan inspirasi di tingkat nasional. Ini pengakuan bahwa budaya kita memiliki nilai universal yang relevan bagi bangsa Indonesia,” ujar Gubernur Yulius Selvanus Komaling.
Lebih dari sekadar simbol atau slogan, Gubernur menegaskan bahwa Mapalus adalah fondasi sosial yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat — sangat relevan untuk menjaga keutuhan persatuan, mempercepat pemerataan ekonomi, serta menjawab berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah secara bersama-sama.
Pengangkatan budaya Mapalus oleh Presiden dalam pidatonya menjadi dorongan moral yang kuat bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan seluruh elemen masyarakat untuk semakin memperkokoh sinergi, solidaritas, dan kerja sama nyata dalam mengawal serta mendukung seluruh agenda strategis pembangunan nasional maupun daerah.
“Mapalus bukan sekadar ucapan — ia adalah jiwa kerja sama, kebersamaan, dan pengabdian bersama demi kebaikan bersama. Ketika nilai ini bergema di seluruh negeri, kami semakin terpacu untuk menjadikannya kekuatan nyata: mempererat persaudaraan, mempercepat kemajuan, dan memastikan tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan menuju kesejahteraan,” tegas Gubernur.
Diharapkan, pengakuan dan penggaungan tradisi gotong royong Mapalus di panggung politik nasional ini akan semakin memperkokoh rasa persatuan dan semangat kebersamaan masyarakat Sulawesi Utara — berdiri tegak bersama pemerintah pusat, mengawal visi Indonesia Raya dengan jiwa yang sama: berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Donald Audy












Komentar