SULUTMEDIA.COM, Manado— Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara berlangsung penuh khidmat dan strategis, Senin (21/9/2026), di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut.
Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut, dr. Andy Silangen, ini mengangkat dua agenda krusial bagi arah kebijakan keuangan daerah: Penyampaian dan Penjelasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulut Tahun Anggaran 2027, sekaligus Pengambilan Keputusan atas Ranperda Perubahan APBD TA 2026.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., hadir mendampingi Wakil Gubernur, dr. Viktor Mailangkay, S.H., M.Hum., memimpin jalannya penyampaian kebijakan fiskal daerah. Di sisi pimpinan DPRD, Ketua DPRD dr. Andy Silangen didampingi para Wakil Ketua: dr. Michaela Elsiana Paruntu, MARS, Royke Anter, S.E., serta Stella Runtuwene, Amd. Sek., turut dihadiri para anggota DPRD Sulut yang hadir dengan penuh tanggung jawab mengemban amanah konstituen.
Dalam pidato penyampaiannya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa penyusunan RAPBD 2027 merupakan kelanjutan konkret dari Nota Kesepakatan KUA-PPAS yang telah disepakati bersama pada 14 Agustus 2026 lalu. Seluruh penyusunan berpedoman pada Permendagri Nomor 17 Tahun 2026, serta menerapkan tiga pilar utama tata kelola fiskal daerah: kehati-hatian, adaptif, dan antisipatif — guna menjawab dinamika perekonomian yang terus bergerak.
“Angka-angka yang kami sajikan masih terbuka untuk penyesuaian secara transparan, mengikuti ketetapan alokasi Dana Transfer ke Daerah dari Pemerintah Pusat. Namun arahnya tetap teguh: anggaran berpihak pada pelayanan dasar masyarakat dan berpedoman pada 8 Prioritas Pembangunan Daerah,” ujar Gubernur.
Pemprov Sulut juga menegaskan komitmen memperkuat kemandirian fiskal melalui penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta skema pembiayaan yang inovatif dan bertanggung jawab.
Sementara itu, terkait pengambilan keputusan atas Ranperda Perubahan APBD TA 2026, Gubernur menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran pimpinan dan anggota DPRD Sulut atas masukan yang konstruktif dan sinergis sepanjang proses pembahasan. Perubahan anggaran ini memfokuskan alokasi pada program yang menyentuh langsung kehidupan rakyat: penanganan kondisi mendesak, wujud solidaritas kemanusiaan, serta efisiensi dan realokasi kegiatan yang berdampak nyata.
“Keputusan hari ini bukan sekadar prosedur formal di atas kertas. Ini adalah wujud komitmen moral dan amanah yang dipercayakan rakyat Sulawesi Utara kepada kita semua,” tegas Gubernur Yulius.
Di akhir arahannya, Gubernur mengajak seluruh unsur pimpinan dan jajaran Pemprov Sulut serta DPRD untuk mengawal setiap langkah implementasi dengan kerja nyata, kedisiplinan tinggi, integritas tanpa celah, dan rasa tanggung jawab penuh — demi kemajuan, kemakmuran, dan kesejahteraan seluruh masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.
Sidang paripurna berakhir dengan kesepakatan bersama yang memperkuat sinergi eksekutif dan legislatif, menandai langkah kokoh Sulawesi Utara memasuki tahun anggaran baru dengan pondasi fiskal yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Donald Audy







Komentar