oleh

Legislator DPR-RI Tetty Paruntu Dorong Pemerintah Perhatikan Pasokan Listrik di Kepulauan

SULUT MEDI.COM, Manado- Anggota DPR-RI Komisi XII, Dr. Christiany Eugenia Paruntu, SE (CEP), mendorong pemerintah untuk segera mengatasi permasalahan pasokan listrik di wilayah kepulauan. Menurutnya, banyak masyarakat di daerah terpencil masih mengalami kesulitan mendapatkan listrik yang stabil, terutama akibat kerusakan mesin diesel yang menjadi sumber utama tenaga listrik di beberapa daerah.

Hal ini disampaikan CEP saat menghadiri buka puasa bersama dengan seluruh Ketua DPD II Partai Golkar se-Sulawesi Utara dan kegiatan berbagi kasih dengan anak-anak yatim piatu dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri pada Rabu, 26 Maret 2025 di bilangan cafe Bumi beringin Manado

Prihatin dengan Krisis Listrik di Kepulauan
CEP menyampaikan keprihatinannya terhadap masyarakat kepulauan yang sangat membutuhkan infrastruktur dasar, termasuk sarana penerangan yang memadai.

“Saya berharap ada solusi konkret agar kebutuhan listrik di wilayah-wilayah ini dapat terpenuhi, karena listrik adalah kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat,” ujar CEP.

Salah satu contoh kasus yang disoroti adalah kondisi listrik di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Di daerah ini, terdapat pembangkit tenaga diesel dengan kapasitas 2,4 Mega Watt, namun mengalami kerusakan yang membuat pasokan listrik terganggu. Saat ini, hanya 1,4 Mega Watt yang masih berfungsi.

“Saya mengusulkan agar diesel yang rusak segera diganti agar pasokan listrik kembali normal,” tambahnya.

Diesel Lebih Efektif daripada PLTS?
CEP juga menyoroti solusi penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai alternatif untuk daerah kepulauan. Namun, menurutnya, penggunaan diesel masih lebih efektif dibandingkan PLTS, terutama dalam aspek biaya perawatan dan keandalan.

“Jika terjadi kerusakan pada PLTS, biaya perbaikannya bisa sangat tinggi. Oleh karena itu, saya lebih mendukung penggunaan diesel, terutama untuk kebutuhan listrik yang mendesak,” jelas Tetty Paruntu.

Saat ini, sebagai solusi sementara, PLN telah menyewa diesel pengganti untuk digunakan di beberapa pulau yang mengalami krisis listrik. CEP menegaskan bahwa ia akan terus mengawal permasalahan ini agar masyarakat kepulauan mendapatkan akses listrik yang lebih baik dan stabil.

Dengan adanya perhatian dari DPR-RI dan desakan terhadap pemerintah, diharapkan permasalahan listrik di daerah kepulauan segera mendapat solusi yang berkelanjutan.

Donald Audy //Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *