oleh

Menembus Ribuan Kilometer demi Merah Putih: Kisah Reigen Massie, Putra Minsel yang Lolos Akpol 2026

SULUTMEDIA.COM, Jakarta-Kabar sukacita dan kebanggaan menyelimuti masyarakat Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Putra daerah Reigen Efrata Massie (No. Panpus 262801), putra dari Keluarga Massie–Lolowang, resmi dinyatakan LULUS TERPILIH sebagai Taruna Akademi Kepolisian (AKPOL) Tahun 2026.

​Reigen mencatatkan namanya sebagai satu-satunya putra asli Minahasa Selatan yang berhasil menembus ketatnya tahapan seleksi nasional melalui Panda Polda Sulawesi Utara tahun ini.

​Keberhasilan ini bukanlah sebuah kebetulan. Seleksi Akademi Kepolisian dikenal sebagai salah satu rekrutmen paling kompetitif di Indonesia, menuntut standar tinggi pada aspek akademik, kesehatan, psikologi, jasmani, hingga integritas moral.

​Perjalanan Ribuan Kilometer Menuju Semarang

​Menjadi bagian dari Taruna Akpol berarti siap menempuh pengorbanan besar. Terbentang jarak lebih dari 2.800 kilometer yang memisahkan Bumi Nyiur Melambai dengan Akademi Kepolisian di Kota Semarang, Jawa Tengah.

​Ribuan kilometer tersebut melambangkan tekad kuat seorang anak daerah yang rela meninggalkan kampung halaman demi menempuh pendidikan sebagai calon Perwira Polri. Di kawah candradimuka Akpol Semarang, Reigen akan dididik menjadi pemimpin masa depan yang profesional, berintegritas, dan berjiwa pengabdi.

​Fondasi Keluarga dan Arti Nama ‘Efrata’

​Di balik capaian besar ini, terdapat peran penting keluarga. Ayah Reigen, Frede Aries Massie (56), yang juga dikenal memiliki hubungan baik dengan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK), menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja keras, dan ketakwaan sejak dini.

​Momen haru mewarnai pengumuman kelulusan saat sang ayah memeluk erat Reigen yang meneteskan air mata bahagia. Pelukan tersebut menjadi simbol dari doa yang tak pernah putus serta perjuangan panjang keluarga.

​Nama Efrata sendiri seolah menjadi doa yang hidup. Dalam bahasa Ibrani, Efrata berarti subur, berbuah, dan diberkati. Sementara dalam bahasa Aram, kata Efata bermakna “Terbukalah!”. Pintu kesempatan yang dahulu tampak sulit, kini terbuka lebar bagi perjalanan karier Reigen menuju korps Bhayangkara.

​Inspirasi Generasi Muda Sulut

​Kini, langkah awal pengabdian telah dimulai. Seragam kepolisian yang kelak dikenakannya bukan sekadar lambang otoritas, melainkan simbol pelayanan bagi seluruh rakyat Indonesia.

​Lolosnya Reigen Efrata Massie menjadi bukti konkret bahwa anak-anak dari pelosok daerah mampu bersaing di tingkat nasional jika dibekali karakter, kerja keras, dan keyakinan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda di Sulawesi Utara untuk terus berani bermimpi besar dan menjaga integritas.

​Selamat kepada Reigen Efrata Massie dan Keluarga Massie–Lolowang. Dari Minahasa Selatan, untuk Merah Putih.

Donald Audy // Charment Kasenda

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *