oleh

Rayakan May Day di Taman Kesatuan Bangsa, Serikat Buruh Sulut Siap ‘Aksi Lanjutan’ 4 Mei Mendatang

SULUTMEDIA.COM, Manado-Hari Buruh Internasional 1 Mei Serikat Buruh Sulawesi Utara dan Perkumpulan Organisasi yang Tergabung Maknai peringatan Mayday. Sambil Diskusi di Taman Kesatuan Bangsa Kota Manado, Jumat 1 /5-2026

Mereka juga yang hadir baik secara pribadi dari Federasi Serikat Pekerja Niaga Perbankan Jasa Asuransi (NIBA) Sulut , bersama teman Lainnya Pak Jhon Pade DPC Serikat Buruh Sejahtera (SBSI) Pak Danny Sorongan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) serta puluhan para pekerja buruh lainnya.

Kita berkumpul dengan maksud merayakan Hari Buruh Internasional tepatnya saat ini Jumat 1 Mei 2026 sambil menggelar diskusi guna memaknai perjuangan para pendahulu kita dalam memperjuangkan nasib buruh.ujar Bung Johanis saat di hubungi awak media

Kami berkumpul untuk berdiskusi tentang keadaan pekerja buruh Suawesi Utara yg masih perlu di perjuangkan hak-hak mereka yg belum di berikan oleh ” Pemberi Kerja” serta Perhatian Pemerintah terhadap nasib pekerja buruh di Sulut, diskusi berlangsung alot adapun para aktivis Yuni Wahyuni, Bung John Pade, Bung Johanis, dan Bung Sorongan menyampaikan sikap kepedulian nya terhadap pekerja.

Lebih lanjut kami i yg hadir hari ini di Taman Kesatuan Bangsa TKB Manado menyatakan! siap hadir dan mendukung pelaksanaan Hari MayDay yg di gelar lagi oleh ” Panitia” di hari Senin tanggal 4 Mei 2026 tepatnya pada hari Senin.

Pengamat politik bung Taufik Tumbelaka yang merupakan jebolan UGM Yogyakarta ini turut mengapresiasi kepada rekan- rekan aktifis buruh di Sulawesi Utara di hari “Mayday” 1 Mei 2026 di Taman Kesatuan Bangsa yang bisa memberikan pemahaman dan saling bertukar pikiran lewat ” Diskusi” ujar Tumbelaka.

Baginya sebagai pengamat saya menilai May Day 2026 merupakan ujian nyata bagi komitmen pemerintahan, dalam membangkitkan ekonomi buruh dan kesejahteraan pekerja. Kehadiran atau respons pemerintah terhadap tuntutan buruh dianggap sebagai indikator kuat komitmen tersebut, terutama di Sulawesi Utara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *