SULUTMEDIA.COM, MIANGAS-Menjangkau masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar bukan sekadar soal jarak, melainkan soal memastikan setiap warga, di mana pun mereka berada, tetap merasakan kehadiran dan perhatian negara. Semangat inilah yang mengiringi langkah Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selasa (20/10/2026).

Di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan memiliki tantangan geografis tersendiri, kehadiran pemerintah menjadi penegasan bahwa pembangunan tidak boleh terhenti di batas daratan. Gubernur Yulius hadir bukan hanya untuk melihat peta, tetapi untuk mendengar langsung suara masyarakat dan memastikan pemerataan pembangunan benar-benar terasa hingga ke garis terdepan negara.

Miangas: Beranda Utara yang Tak Terlupakan
Salah satu titik penting kunjungan ini adalah Pulau Miangas, salah satu pulau terluar Indonesia di bagian utara. Kedatangan Gubernur disambut hangat oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat dengan tarian adat yang penuh kehangatan — sebuah gambaran bahwa di ujung utara negara ini, semangat kebersamaan dan kekayaan budaya tetap terjaga dengan indah.

Di tengah kebersamaan itu, Gubernur bersama Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara dr. Andy Silangen secara resmi menyerahkan sejumlah bantuan strategis bagi masyarakat:
– 2.320 kg beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah — menjaga ketahanan pangan keluarga
– 2 unit mesin kapal katinting — memperkuat mobilitas laut dan mata pencaharian nelayan
-18 paket perlengkapan siswa, mendukung masa depan anak-anak perbatasan
– Alat dan mesin pertanian, mendorong kemandirian pangan
– Alat kesehatan berupa kursi roda, meringankan beban warga yang membutuhkan
Bantuan ini disiapkan bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan sesaat, melainkan untuk menyentuh aspek-aspek paling mendasar yang menjadi tumpuan kehidupan masyarakat kepulauan pangan, pendidikan, mobilitas, kesehatan, dan penghidupan yang layak.
Menjaga Perbatasan, Menjaga Kedaulatan
Tak hanya berbagi bantuan, Gubernur juga meninjau langsung Border Crossing Station Miangas. Fasilitas ini memiliki makna lebih dari sekadar bangunan — ia adalah simbol kedaulatan sekaligus pintu kehidupan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan. Perhatian terhadap kawasan ini sejalan dengan semangat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat wilayah terluar sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan nasional.
“Sejauh apa pun sebuah pulau dari pusat pemerintahan, masyarakatnya tetap menjadi bagian penting dari Sulawesi Utara dan Indonesia. Pembangunan harus dirasakan merata, dari pusat hingga ke titik terluar negeri ini,” tegas Gubernur Yulius.
Kehadiran yang Menghapus Jarak
Kunjungan ke Talaud dan Sangihe mengirim pesan sederhana namun bermakna dalam: kehadiran pemerintah bukan sekadar kunjungan protokoler. Ini adalah komitmen bahwa jarak laut dan letak terpencil tidak boleh menjadi alasan terabaikannya hak warga atas pelayanan dan pembangunan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten agar dukungan yang diberikan tidak berhenti saat kunjungan selesai, melainkan berkelanjutan dalam bentuk program, infrastruktur, dan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat di pulau-pulau terluar.
Dari Miangas, beranda utara Indonesia, terucap harapan: bahwa di manapun bumi berpijak, negara hadir, hadir untuk semua anak bangsa tanpa terkecuali.
Redaksi //Nald













Komentar