oleh

Aksi Gerakan PERMSTA Sulut di DPRD Sulut: Ratusan Mahasiswa Sampaikan Berbagai Tuntutan Nasional dan Daerah, Terjadi Ketegangan Saat Pembatasan Jumlah Utusan

SULUTMEDIA.COM, Manado–Ratusan lebih mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Sulawesi Utara (PERMSTA) menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara, setelah sebelumnya berkumpul di Taman Makam Pahlawan Kairagi Manado. Aksi yang dimulai pukul 10.00 WITA ini bertujuan menyampaikan serangkaian tuntutan nasional maupun daerah kepada pemangku kepentingan Sulawesi Utara.

Massa aksi diterima langsung oleh Ketua DPRD Sulawesi Utara dr. Andy Silangen. Namun, muncul ketegangan ketika aparat meminta hanya 20 orang utusan yang diperbolehkan masuk ke dalam kantor DPRD. Mahasiswa menolak pembatasan tersebut, sehingga terjadi bentrok ringan antara massa dan aparat kepolisian di lokasi aksi.

Dalam tuntutan yang dibacakan oleh PERMSTA, pada level nasional antara lain meminta segera menetapkan Karhutla menjadi isu nasional, menolak PSN di Papua, menghentikan militerisasi ruang sipil, mengadili pelanggaran HAM serta merealisasikan 19 juta lapangan pekerjaan.

Sedangkan tuntutan daerah meliputi penghentian perampasan ruang hidup masyarakat, stop penebitan Ijin Usaha Pertambangan yang merusak pulauan, percepatan pembangkit listrik daerah, pemerataan pendidikan‑kesehatan‑ekonomi di Manado Tua, penanganan kasus pelecehan seksual di Sulut, tolak studi kepolisian yang tidak transparan, tolak reklamasi Manado Tua serta evaluasi kinerja Polda Sulut.

PERMSTA menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kritik konstruktif terhadap jalannya pemerintahan, serta mendesak DPRD Sulut untuk menjadi jembatan aspirasi menuju pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ketua DPRD Sulut dr. Andy Silangen menyatakan akan menampung seluruh aspirasi massa dan meneruskan tuntutan tersebut kepada instansi terkait.

Sampai berita ini diturunkan, situasi di lokasi mulai kondusif meskipun massa tetap bertahan menyuarakan komitmen untuk terus mengawal realisasi seluruh tuntutan yang telah disampaikan.

Donald Audy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *