SULUTMEDIA.COM, BANGGAR-Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulawesi Utara Cindy Wurangian di pembahasan BANGGAR angkat bicara soal KUA-PPAS APBD-Perubahan tahun 2026, saya mendukung sepenuhnya “finalisasi” KUA-PPAS seperti di ketahui bahwa ini merupakan pembahasan terakhir, kamis 13/8-2026 di ruang paripurna DPRD Sulut.
Seperti di ketahui bahwa Finalisasi Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD 2026 merupakan tahap akhir pembahasan antara pemerintah daerah dan DPRD untuk menyepakati postur fiskal, target pendapatan, serta alokasi belanja sebelum dituangkan ke dalam Nota Kesepakatan (MoU) dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan APBD.
Wurangian mengatakan semua keputusan yang sudah kita bicarakan tentu harus berdasarkan informasi yang jelas dan cukup, ini juga menjadi dasar tahapan-tahapan kita selanjutnya dalam APBD 2027, ujar legislator vokal ini.
Tadi sudah di jelaskan Bapak Sekprov Tahlis Gallang ada angka-angka yang masih menggunakan asumsi, sambil menunggu informasi yang definitif oleh pemerintah pusat, masukan dari saya berkaitan dengan ini agar di masukan di notulen resmi kita di pembahasan hari ini.
Lebih lanjut Ketua Fraksi Golkar ini dengan angka-angka yang masih asumsi dan apabila sudah didefinitifkan harus di komunikasikan sehingga dapat di ketahui bersama, namun ada pertanyaan di benak saya terkait materi yang sudah di bagikan yang beberapa kali di revisi berdasarkan hasil rapat, katanya!
Menyangkut OPD-OPD ada yang di tambah ada pula yang di kurangi, yaitu OPD, ESDM, nah pertanyaan saya metodologi apa yang di gunakan penentuan plafond untuk masing-masing OPD, apakah ini berdasarkan realisasi? Atau berdasarkan target yang di tentukan.
Kami minta Bapak Sekprov tidak perlu menjawab namun di masukan saja pada materi resmi termasuk dari materi pada kami juga akan menjadi pegangan bagi kami termasuk anggota BANGGAR tidak turut bertandatangan, dan ketua DPRD yang bertandatangan, kami anggota BANGGAR perlu ada dokumen dan arsip, pungkas anggota DPRD Sulawesi Cindy Wurangian.
Donald Audy (Reporter)_Redaksi









Komentar